Lokakarya 1 menjadi ruang validasi bersama masyarakat sebelum enam program dijalankan di bidang kesehatan, lingkungan, UMKM, dan digitalisasi desa.
PANDEGLANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University menggelar Lokakarya 1 di Kantor Desa Tembong, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (13/7/2026). Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan hasil observasi awal sekaligus memaparkan enam program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian di desa.
Lokakarya dihadiri sekitar 30-40 peserta yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Tembong, sekretaris dan perangkat desa, kader Posyandu, BUMDes, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, perwakilan remaja, perangkat SDN Tembong 1 dan SDN Tembong 2, serta warga. Keterlibatan berbagai pihak dimaksudkan agar program yang disusun tidak hanya berangkat dari hasil pengamatan mahasiswa, tetapi juga mendapat masukan dari masyarakat yang akan menjadi mitra utama selama pelaksanaan program.

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University memaparkan hasil observasi dan rancangan enam program kerja dalam Lokakarya 1 di Kantor Desa Tembong, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Senin (13/7/2026).
Sebelum Lokakarya 1 dilaksanakan, tim KKNT melakukan pembacaan data desa, observasi lapangan, dan diskusi dengan sejumlah pihak. Dari proses tersebut, mahasiswa memetakan kondisi desa melalui beberapa aspek, mulai dari kesehatan dan lingkungan, ekonomi lokal, data dan informasi desa, hingga generasi muda. Tim juga tidak hanya melihat persoalan, tetapi turut mengidentifikasi modal yang telah dimiliki Desa Tembong, seperti kelembagaan desa, kader kesehatan, sekolah, BUMDes, pelaku usaha lokal, serta partisipasi masyarakat.
Pendekatan tersebut membuat program tidak disusun dengan logika membawa solusi dari luar, melainkan berusaha menghubungkan kebutuhan yang ditemukan dengan sumber daya yang sudah tersedia di desa. Bagi tim, keberadaan kader Posyandu yang aktif, dua sekolah dasar, BUMDes, pelaku UMKM, serta jaringan RT/RW dan tokoh masyarakat merupakan modal yang penting. Karena itu, keberhasilan program juga bergantung pada kolaborasi dengan pihak-pihak tersebut, bukan semata pada pelaksanaan oleh mahasiswa.
Desa Tembong memiliki sekitar 1.807 penduduk yang tersebar di 4 RW, 10 RT, dan lima kampung. Wilayah desa berciri lereng dan nonpesisir dengan akses yang relatif dekat dengan pusat Kecamatan Carita. Di bidang ekonomi, pertanian dan usaha rumah tangga masih menjadi bagian penting dari kehidupan warga. Produk seperti opak dan emping melinjo telah diproduksi masyarakat, tetapi masih memiliki ruang pengembangan dari sisi identitas produk, kemasan, promosi, dan pemasaran digital.
Hasil observasi tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam enam program kerja yang dikelompokkan dalam tiga payung besar, yaitu Tembong Sehat, Tembong Lestari, dan Tembong Mandiri. Koordinator Desa KKNT IPB Desa Tembong, Ahmad Ilham Husyairi, bersama Febrian Dwi Lesmana memaparkan rancangan program dan dasar penyusunannya di hadapan peserta lokakarya.
Pada payung Tembong Sehat, tim menyiapkan tiga program. GITA atau Gizi Tepat untuk Anak berfokus pada edukasi tumbuh kembang anak, praktik gizi keluarga, serta pemahaman mengenai MP-ASI. NAFAS atau Napas Sehat, Lingkungan Asri mengangkat upaya pencegahan TBC, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Sementara IRAMA atau Indahnya Raga Aktif Masyarakat mendorong aktivitas fisik melalui kegiatan senam bersama sebagai bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup sehat.
Program kesehatan menjadi salah satu bagian yang mendapat cukup banyak tanggapan dalam sesi diskusi. Sejumlah kader Posyandu memberikan masukan agar sasaran dan teknis kegiatan lebih dikerucutkan sesuai kondisi warga. Masukan tersebut tidak mengubah konsep utama program, tetapi menjadi dasar bagi tim untuk menyesuaikan cara pelaksanaan agar lebih tepat sasaran dan realistis dilakukan selama periode KKN.
Pada payung Tembong Lestari, mahasiswa membawa program DAUN BERCERITA yang ditujukan bagi siswa SDN Tembong 1 dan SDN Tembong 2. Melalui kegiatan eco print, siswa akan diajak mengenal tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitar, kemudian memanfaatkannya menjadi karya. Program ini diharapkan menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kepedulian lingkungan kepada anak sekaligus memberi pengalaman belajar yang kreatif.
Sementara itu, penguatan ekonomi dan informasi desa ditempatkan dalam payung Tembong Mandiri melalui SAUNG TEMBONG dan CARITA TEMBONG. SAUNG TEMBONG diarahkan sebagai etalase bersama produk desa. Tahap awalnya mencakup pendataan pengrajin dan produk, pengembangan identitas bersama, perbaikan tampilan kemasan, foto produk, hingga penyusunan katalog digital. Opak dan emping melinjo menjadi dua produk awal yang dipilih sebagai percontohan.
CARITA TEMBONG menjadi program utama tim KKNT Desa Tembong. Program ini berupa pengembangan website informasi desa yang dirancang untuk menghimpun berbagai informasi yang selama ini belum terdokumentasi dalam satu kanal. Isi website direncanakan mencakup profil dan sejarah desa, data wilayah dan demografi, budaya dan kehidupan masyarakat, layanan dasar, potensi desa, produk lokal, serta berita dan agenda kegiatan. Website tersebut juga diharapkan dapat menjadi ruang promosi bagi potensi Desa Tembong, bukan hanya sebagai halaman profil. Informasi mengenai komoditas, UMKM, potensi wisata, budaya, kondisi geografis, hingga kegiatan masyarakat dapat diperbarui secara berkala oleh pengelola desa. Untuk mendukung keberlanjutan, tim menyiapkan struktur pengelolaan sederhana dan rencana serah terima kepada admin desa setelah masa KKN selesai.

Penyerahan Plakat IPB dari Tim KKNT-IPB University kepada Kepala Desa Tembong
Kepala Desa Tembong, Adang, menyampaikan dukungan terhadap program yang disusun mahasiswa karena dinilai dapat membantu mengangkat potensi desa. Dukungan tersebut menjadi penting, terutama bagi program yang membutuhkan keberlanjutan setelah mahasiswa menyelesaikan kegiatan, seperti pengelolaan website dan penguatan pemasaran produk lokal.
Bagi tim KKNT IPB, Lokakarya 1 bukan sekadar agenda pemaparan program. Forum ini digunakan untuk memastikan bahwa hasil observasi mahasiswa dapat dikonfirmasi kembali oleh masyarakat. Setelah mendapatkan tanggapan dari peserta, enam program tetap dipertahankan secara konsep dengan sejumlah penyesuaian pada aspek teknis pelaksanaan.
Seluruh program akan dilaksanakan secara bertahap selama periode KKNT 6 Juli-14 Agustus 2026. Tim berharap program yang dijalankan tidak hanya menghasilkan kegiatan selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan manfaat dan aset yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat dan pemerintah desa. Melalui pendekatan tersebut, potensi Desa Tembong di bidang kesehatan, lingkungan, UMKM, komoditas, geografi, demografi, dan informasi desa diharapkan dapat semakin terdokumentasi, dikenal, dan dikembangkan secara berkelanjutan.
